Kisah Sunan Kalijaga, Begal yang jadi Sunan

Sunan Kalijaga, Brandal yang jadi Sunan
Assalamualaikum Wr. Wb.

Sunan Kalijaga, siapa yang tidak mengenal beliau ? Dikenal juga sebagai Raden Said, salah satu penyebar Agama Islam Nusantara yang sangat dekat dengan umat muslim di Pulau Jawa ini sangatlah dikenang dan dikenal hingga sekarang. Kecerdasan dan kreatifnya beliau dalam berdakwah menjadi ciri khas seorang sunan dari Walisongo ini. Peninggalannya yang berupa wayang kulit yang dulu beliau gunakan untuk berdakwah itu masih dikenal.

Begitulah Sunan Kalijaga yang kita kenal sekarang, kebanyakan orang biasa tidak tahu masa lalu beliau, padahal masa lalu Sunan Kalijaga sangatlah menarik serta memberi kita motivasi dan hidayah saat dipelajari. Dahulu beliau adalah seorang perampok yang sering mengambil hasil bumi di gudang hasil bumi milik kadipaten untuk dibagikan ke rakyat miskin. Hingga akhirnya ia diasingkan dan menjadi berandal.

Kisah Sunan Kalijaga saat menjadi Berandal Lukojoyo

Hutan Jatiwangi, Rembang. Terdapat dua lelaki berhadapan, yang satu muda berpakaian serba hitam, yang satu lagi seorang pria tua dibalut pakaian serba putih. Pemuda itu bernama Lokajaya (Lukojoyo), seorang berandal yang sering membegal orang yang lewat di Hutan Jatiwangi. Lokajaya tertarik dengan tongkat emas yang dibawa orang tua itu dan ingin membagikan hasilnya ke rakyat miskin, ia lalu merebut tongkat itu dan tersungkurlah sang orang tua. Setelah berdiri, orang tua tadi yang ternyata adalah Sunan Bonang menasihati Lokajaya bahwa yang ia lakukan itu salah. Lokajaya lalu mengembalikan tongkat itu dan menjadi murid Sunan Bonang.

Sunan Bonang kemudian menyuruh Lokajaya bersemedi di kali/sungai sambil menjaga tongkatnya yang ditancapkan di tepi sungai dan tidak boleh beranjak sebelum Sunan Bonang kembali. Lokajaya terus bersemedi hingga 2 tahun, tubuhnya ditutupi lumut dan tumbuh - tumbuhan. Saat Sunan Bonang kembali, beliau membangunkan Lokajaya dan mengganti namanya dengan Sunan Kalijaga karena telah menjaga tongkatnya yang ditancapkan di tepi kali.



Saudaraku, kisah di atas hendaknya menjadi pelajaran untuk kita, bahwa yang buruk tak selamanya buruk, hidayah Allah bisa datang kepada siapa saja yang Ia kehendaki. Maka doakanlah orang - orang yang berbuat buruk agar mendapat hidayah.

Dulu orang-orang yahudi bersin di dekat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dengan harapan mereka mendapatkan doa nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk orang bersin: “Semoga Allah merahmati kalian.” Namun doa yang diucapkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Semoga Allah memberikan petunjuk kepada kalian dan memperbaiki keadaan kalian.” (HR. Turmudzi 2739 dan dishahihkan al-Albani).
 Cukuplah sekian Kisah yang admin bagikan kali ini, semoga bermanfaat, aamiin.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Selanjutnya
« Sebelumnya
Sebelumnya
Selanjutnya »

2 komentar

Write komentar
Rafael
AUTHOR
April 13, 2015 at 8:45 AM delete

Baru tahu ane :D info menarik , idmicronet.blogspot.com www.kamisamazune.net

Reply
avatar

Komentar yang sopan ya ^_^ ConversionConversion EmoticonEmoticon